Petualangan di medan peperangan katanya sih !!!..................
Dahulu kala pada saat indonesia baru saja merdeka, namun masih belum sepenuhnya pulih dan masih ada banyak peperangan dimana-mana. ya di sanalah !!! cerita ini akan menceritakan tentang sejoli yang saling mencinta, namun karen keadaan yang belum kindusif jadi mereka harus terlibat dan survive dalam peperangan.
Saat itu : tahun 1950 an tanggal tidak deketahui, tempat d desa SOEKARATU, desa terpencil dan sangat indah, dengan latar pemandangan sungai, sawah dan bukit-buit hijau,,, ya sangat klasik, desa ini adalah desa yang paling luas dan belum terjamah.
Ya di sanalah tinggal pemuda yang bernama ahmad latief sering di panggil kang patik (kang dari kata akang dalam bahasa sunda artinya kakak atau yang di tuakan dan patik adalah sebuah kapak besar untuk menebang pohon), dia adalah anak dari seorang petani sekaligus pelatih silat namanya Abah Cengek. Setiap harinya biasanya di habiskan untuk bekerja mengaji dan latihan silat bersama sang ayah.
Abah Cengek: "eh patik kamu tau gak knapa abah bertani ?"
Kang Patik : dengan lantang sambil tertawa dia mengatakan "itu sangat mudah bah, biar abah bisa BAB di sungai kan heheheheeh"
Abah Cengek: "(-_____-') dasar anak belegug siah, mau di belai pake golok abah kamu?" sambil kesel dan menunjukkan goloknya.
Kang patik : "Bercanda bah ampun gak berani dah.. kenapa emang bah abah milih bertani? " dengan muka poker face.
Abah Cengek: "Dengan bertani artinya kamu akan belajar memahami bahasa alam, dan belajar mengendalikan arusnya, serta membuat perbandingan dan yang penting kamu bisa mengobati penyakit dengan herbal-herbal yang ada di alam, sera makan makanan yang ada di alam dan menjaga limitnya" si abah menjelaskan dengan serius.
Akang Patik : " heeerrrrrggg... heerrrrggg.... oh iya " saat si abah menjelaskan dengan susah payah si Patik malah ketiduran dan kebangun saat si abah bilang kalimat terakhir dari penjelasannya..
to be continues ......
nanti di lanjut lagi soalnya belum sempet...
